Text post

Lantang Tanpa Vokal

May 28 - Saya rasa saya belum pernah melakukan ulasan/review akan sebuah karya musik. Apalagi ‘kemampuan’ saya hanya sebatas mendengar dan menilai sekedar dalam bentuk enak didengar atau tidak. Namun entah mengapa, mendengar album terbaru dari personil (eks) Peterpan ini menggelitik saya untuk membuat tinjauan akan album terbaru mereka “Suara Lainnya”.

Album ini terdiri atas 11 track yang merupakan aransemen ulang dari lagu-lagu hits mereka terdahulu. Namun lebih dari sekedar aransemen ulang, album ini adalah album tanpa vokal Ariel. Tercatat, vokal Ariel hanya terdengar melalui Dara yang sebelumnya sudah diluncurkan sebagai sebuah single; dan satu vokal lainnya adalah vokal Momo Geisha pada intrepretasi ulang Cobalah Mengerti. Sisanya adalah musik tanpa vokal. Di album ini nama Peterpan sudah ditanggalkan sebagai wujud kompensasi keluarnya Andika dan Indra, dan mereka hanya menggunakan nama “Ariel, Uki, Lukman, Reza, David” sebagai identitas mereka. Walau Ariel sendiri secara langsung tidak memberikan kontribusi di album ini, namun secara konsep, Ariel masih memberikan kontribusi yang besar.

Read More

Text post

Cintaku Tertinggal di Mangkukmu

May 24 - Twit dari rekan saya di atas mampir ke akun twitter saya, dan sayapun terhenyak. Dan pikiran saya pun meluncur ke lebih dari dua dekade lalu. Saya bersekolah di sisi sungai Cidepit Bogor, tepatnya SDN Panaragan II Bogor. Mie Ayam Jawa adalah sebuah warung mie ayam yang berada di samping SD saya tersebut. Ada yang menyebutnya Mie Ayam Panaragan, Mie Ayam Gadis, bahkan Mie Ayam Venesia (karena posisinya yang terletak di samping sungai), sementara saya sendiri dan banyak orang lainnya menyebutnya Mie Ayam Jawa. Bukan bermaksud rasis, tapi saat itu, ada dua warung mie ayam di sekolah saya. Dan untuk membedakannya, kami yang bersekolah di sana akhirnya membuat klasifikasi seperti itu, karena penjualnya notabene adalah orang Jawa Tengahan (saya lupa, untuk warung satunya disebut apa).

Read More

Text post

Suatu Ketika di Sebuah Perjalanan

May 8th - Tulisan ini seharusnya sudah saya posting sejak lama. Akan tetapi, lagi-lagi kemalasan saya menunda tulisan ini selama lebih dari sebulan. Akhir pekan Paskah lalu, saya bersama dua orang sahabat (Anna dan pipit) pergi ke Jogjakarta. Niatnya untuk menghadiri pernikahan sahabat saya yang lain di Solo dan seorang teman di Boyolali.

Kami berangkat pada tanggal 6 April, dua hari setelah peringatan hari lahir saya, dengan menggunakan kereta Bogowonto. Berangkat dari stasiun Pasar Senin, perjalanan kami sudah dimulai dengan kondisi kurang mengenakkan: Kereta terlambat hingga lebh dari 1 jam. Karena keterlambatannya itu pula, tak lama setelah kereta masuk peron, kereta langsung diberangkatkan. Dan dimulailah perjalanan kami. Saya yang malam sebelum keberangkatan tidak tidur, sudah berencana untuk tidur sepanjang perjalanan nanti.

Read More

Text post

The Vow

I just want you to be honest to yourself, to your own heart.
I have nothing to be promised. But I’ll be glad to fill my empty hand with yours.

This is me being honest. I want your hands in mine.
Promise me nothing. Because I can’t promise anything either.
Just stay… that is more than just enough for me.

Text post

Gelas-Gelas Kaca

Dec 14 - Hari Sabtu kemarin dalam perjalanan pulang setelah nonton film, saya dan sahabat saya berdiskusi sedikit tentang hubungan antar individu (dalam wujud apapun). Lalu ingatan saya melayang kepada tulisan rekan saya beberapa bulan lalu yang memuat kutipan, “a broken relationship is like a broken glass, it’s better to leave it broken then going through all the pains to put it back together again.” It strucked me at the time, dan meninggalkan kesan yang dalam sampai sekarang. Dan akhirnya hal tersebut menjadi bahan diskusi saya dengannya dan juga seorang sahabat yang lain.

Ya, pertanyaannya, apakah sebuah gelas yang rusak bisa kita perbaiki? Jawabannya sebetulnya bisa. Tapi apakah akan seperti sedia kala? Tentu tidak. Gelas yang pecah atau retak, tak peduli diperbaiki dengan lem terkuat sekalipun akan meninggalkan bekas pecahan. Belum lagi jika ada kepingan yang hilang, mengakibatkan gelas tersebut bolong di beberapa tempat, dan mengakibatkan isi gelas tersebut tidak tertampung dengan baik. Dan ini masih belum termasuk rasa sakit yang kita derita saat memperbaiki gelas tersebut, seperti yang disebut kutipan di atas.

Read More